Seandainya orang tua bisa menanamkan kepada anak, bahwa
sebuah film kartun / animasi itu adalah fiksi, bukan kenyataan,
seharusnya tidak perlu mengkuatirkan tayangan tersebut bisa berimbas
negatif kepada anak-anak. Namun pada kenyataannya, fakta yang terangkat beberapa waktu lalu, yang menghubungkan film Minions dengan sebuah organisasi rahasia Illuminati, sukses membuat prekuel sekaligus spin-off serial Despicable Me
tersebut kian menarik dilihat oleh orang dewasa sekalipun, yang mungkin
tidak terlalu menyukai film kartun (mungkin karena itu juga, film
animasi tersebut mendapatkan rating “U” atau universal, untuk semua
usia). Fakta tersembunyi yang menghubungkannya dengan organisasi rahasia
Illuminati membuat Minions ramai dibicarakan dari sisi yang lain.
Anggapan bermunculan bahwa Minions, termasuk juga banyak
film-film atau produk hiburan lainnya di bawah, merupakan salah satu
media bagi organisasi illuminati
menyebarkan pengaruhnya di dunia, dikemas dengan sampul figur yang
imut, menggemaskan dan juga cerita yang heroik agar mudah
diterima. Apapun maksud produsen film Minions memasukkan simbol, atau
obyek yang dianggap berhubungan dengan Illuminati, penulis yakin jika
anak-anak menjadi targetnya, mereka tidak terpengaruh seandainya
bisa membedakan antara fiksi dan realita. Bukan hanya Minions yang
diproduksi Illumination Entertainment saja yang diganjar sebagai produk
berhubungan dengan Illuminati, banyak film kartun Walt Disney juga
dianggap sebagai media untuk menyebarkan pengaruh organisasi misterius
tersebut. Dan melalui ulasan ini, kami berikan beberapa bukti pesan
tersembunyi yang terkandung dalam animasi Disney, yang diduga menjadi
cara Illuminati dalam mengacaukan pola pikir anak-anak.
Illuminati sendiri merupakan nama yang diberikan kepada beberapa kelompok, baik yang nyata (historis) maupun fiktif, dan merujuk pada Illuminati Bavaria, sebuah kelompok rahasia pada masa Age of Enlightenment, terjadi sekitar
abad ke-18 di Eropa, yang dikenal melalui semangat revisi atas
kepercayaan-kepercayaan tradisional, memisahkan pengaruh-pengaruh
keagamaan dari pemerintahan. Kelompol ini didirikan pada tanggal 1 Mei
tahun 1776. Berlanjut kemudian di abad 19, mulai tahun 75-an, nama
Illuminati banyak digunakan untuk menunjukkan organisasi persekongkolan
yang dipercaya mendalangi dan mengendalikan berbagai peristiwa di dunia
melalui pemerintah dan perusahaan untuk mendirikan Tatanan Dunia Baru.
Salah satu organisasi tersebut, yang dipercaya menjadi bawahan
Illuminati adalah Freemason. Simbol Freemason sendiri diduga
juga diadaptasi ke dalam lambang Gru Labs dalam serial Despicable Me. Freemasonry
adalah sebuah organisasi persaudaraan yang mulai dikenal antara akhir
abad ke-16 hingga awal abad ke-17. Freemasonry bukan merupakan
organisasi agama dan tidak berdasarkan pada teologi apapun. Tujuan
utamanya adalah membangun persaudaraan dan pengertian bersama akan
kebebasan berpikir dengan standar moral yang tinggi.
Setelah sebelumnya kami mengulas mengenai pesan-pesan rahasia dua kelompok tersebut dalam Despicable Me, dan juga Minions,
yang notabene film kartun / animasi untuk semua umur (meskipun kami
yakin lebih banyak anak-anak yang menyukai tingkah konyol makhluk
Minions bermata satu tersebut, yang juga identik dengan buah pisang),
kini giliran film-film produksi Walt Disney yang menurut sumber kami
disebutkan menyimpan agenda jahat yang bertujuan mengacaukan pikiran
anak-anak. Kami mengutip tulisan Wes Penre, tokoh penting di belakang
kebangkitan musik rock dan heavy-metal AS di era 1980-an, yang
menuliskan pemikirannya mengenai Walt Disney melalui situs Illuminaty News. Bisa juga kalian akses dari sini jika kesulitan memasukinya. Serta dari situs The Forbidden Knowledge, yang bisa juga diakses dari sini. Tautan kedua merupakan sumber yang digunakan Penre untuk menuliskan artikel singkatnya melalui Illuminati News.
Melalui situs yang sama, Wes Penre mengaku
sebagai mantan anggota kelompok pemuja setan, yang kemudian bertobat
dan menjadi peneliti dunia hiburan AS. Melalui artikel yang
ditulisnya pada 4 Juli 2004 lalu dengan judul “The Walt Disney Agenda,”
dia ingin memperingatkan pada dunia jika memang ada rencana khusus Walt
Disney yang disisipkan dalam banyak filmnya. Berikut kalimat awal yang
dituliskan Penre:
I watched a movie yesterday, called “The Haunted Mansion“,
starring Eddie Murphy. It was a Disney Production. Not only was it a
horrible movie with lousy acting, but it also filled a certain purpose.
The first question you may ask yourself after you’ve watched it is:
whom is it made for? Adults, children or both? Well, it is too silly to
be an adult movie, and too scary to be a children’s movie. So, whom was
it made for?
Untuk menjawab pertanyaan itu, maka kalian perlu mengetahui
siapa sesungguhnya Walt Disney, dan apa misi utama perusahaan Disney,
untuk apa didirikan, dan akan digunakan sebagai apa? Penre mengatakan:
Walt Disney was a 33° Freemason and an illuminist.
Behind all those cartoons, magazines, movies etc., is a hidden agenda to
mess up our children’s minds. Disney’s production over the years is
filled with Masonic symbolism, occult over- and undertones, mind control
and indoctrination. He is preparing our younger generations for the New
World Order, and introduce them to sorcery (black magic) as being a
“cool thing.”
Walt Disney merupakan anggota Freemasonry derajat 33
(dianggap sebagai derajat tertinggi yang hanya bisa dicapai anggota
Illuminati). Dibalik seluruh karakter kartun yang diciptakannya yang
tersebar di aneka film, buku cerita, dongeng, dan sebagainya, ada agenda
tersembunyi Illuminati untuk mengacaukan pikiran anak-anak, dengan
tujuan mempersiapkan mereka untuk Tatanan Dunia Baru.
Penre menambahkan, hal itu dilakukan dengan menyisipkan
simbol-simbol Masonik, okultisme, dan juga indoktrinasi maupun
pengendalian alam pikiran. Dan dengan film-film mereka, menurut Penre,
Disney kini bisa menjalankan agendanya langsung melalui ruang keluarga
di seluruh dunia, ketika anak-anak menonton film-film mereka.
Berikut beberapa contoh yang sudah diketemukan, pesan bawah
sadar yang disisipkan Walt Disney dalam menjalankan agendanya, perlahan
mempengaruhi anak-anak dengan film-film kartu mereka.
Pesan Bawah Sadar
Walt Disney banyak memasukkan pesan bawah sadar dalam film mereka. Seperti dalam salah satu film terlaris sepanjang masa, The Lion King terkandung pesan-pesan bernada negatif (kata yang seharusnya hanya dipahami oleh orang dewasa) yang disembunyikan dengan sangat rapi. Subliminal messages adalah pesan-pesan yang dimasukkan dalam sebuah film atau gambar yang disampaikan ke alam bawah sadar seseorang sehingga ia tidak menyadarinya meskipun menerimanya ke dalam otak. Pesan-pesan ini dibuat tidak terlalu jelas atau tidak kita sadari pada saat pertama kali melihatnya. Pesan-pesan tersebut akan terekam di dalam otak kita dan akan bekerja seperti hipnotis. Pengaruh yang ditimbulkan oleh pesan-pesan tersebut bisa berakibat positif maupun negatif. Tergantung pesan yang disembunyikan, apakah itu bernada positif atau negatif. Dan dengan pesan bawah sadar yang akan selalu diputar ulang untuk penonton, terutama untuk anak-anak kita, dihubungkan dengan teori Psikologi, bahwa sebuah informasi yang sering ditayangkan dan ditonton akan lebih terekam di otak, maka anak-anak lebih mudah mencerna apa yang selalu ia tonton dan dengarkan. Itualah yang diduga menjadi tujuan sekelompok aliran untuk bisa membuat pola pikir kepada anak-anak agar lebih terbuka menerima apa yang disebutkan Tatanan Dunia Baru, yang sebenarnya, tidak semuanya bisa dikatakan positif. Dan karena tipikal film kartun tersebut memiliki rating “U” (universal), di satu sisi produsennya juga tidak salah menyisipkan pesan-pesan semacam itu.
0 Comment to "Bukan Hanya Minions, Illuminati Eksis dalam Film Kartun Disney dan Naruto"
Posting Komentar